LintasWarganet.com – 12 Agustus 2026 | BBRI teratas, cek saham yang banyak diborong asing saat IHSG ambruk, Selasa (11/8)! Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) menutup pekan pertama bulan ini dengan performa yang sangat mengesankan. Pada perdagangan Jumat (7/8/2026), IHSG berhasil ditutup menguat signifikan sebesar 1,04 persen, membawanya parkir nyaman di level 6.409,654. Lonjakan indeks bursa domestik ini sejalan dengan kembalinya agresivitas investor asing dalam mengakumulasi portofolio saham berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Data pergerakan investor asing dan statistik perdagangan BEI menunjukkan bahwa total nilai beli bersih atau net foreign buy pada hari perdagangan tersebut mencapai angka Rp1,24 triliun. Arus modal asing yang masuk dengan deras ini mayoritas menyasar saham-saham big caps di sektor perbankan, petrokimia, pertambangan, telekomunikasi, hingga energi. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) keluar sebagai primadona incaran utama para pemodal asing. Bank pelat merah yang memiliki fokus besar pada segmen UMKM ini mencatatkan nilai beli bersih asing paling tinggi, menembus angka Rp506,88 miliar.
Besarnya minat asing terhadap saham perbankan ini menjadikannya sebagai motor penggerak utama alias kontributor terbesar terhadap kenaikan IHSG dengan sumbangan sebesar 13,14 poin. Selain BBRI, emiten lain yang turut memberikan dorongan poin cukup signifikan terhadap laju IHSG adalah PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) sebesar 5,64 poin dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) sebesar 5,54 poin. Sektor infrastruktur menjadi bintang panggung dengan membukukan penguatan terbesar yakni 2,17 persen, sementara sektor barang konsumen non-primer menjadi satu-satunya yang tertekan dengan pelemahan 0,69 persen.
Berikut adalah daftar rincian 10 emiten yang paling banyak diborong oleh investor asing berdasarkan nilai net foreign buy pada perdagangan Jumat (7/8/2026):
- BBRI (PT Bank Rakyat Indonesia Tbk): Rp506,88 miliar
- TPIA (PT Chandra Asri Pacific Tbk): Rp275,85 miliar
- ANTM (PT Aneka Tambang Tbk): Rp147,37 miliar
- TINS (PT Timah Tbk): Rp132,01 miliar
- BRPT (PT Barito Pacific Tbk): Rp120,51 miliar
- ISAT (PT Indosat Tbk): Rp60,43 miliar
- ICBP (PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk): Rp43,09 miliar
- DSSA (PT Dian Swastatika Sentosa Tbk): Rp39,45 miliar
- BREN (PT Barito Renewables Energy Tbk): Rp38,62 miliar
- AMMN (PT Amman Mineral Internasional Tbk): Rp32,20 miliar
Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan di BEI juga menunjukkan peningkatan. Nilai transaksi saham mencapai Rp16,45 triliun, dengan volume perdagangan 36,88 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 2,19 juta kali. Kapitalisasi pasar Bursa tercatat sebesar Rp11.212 triliun.
Meski investor asing membukukan net buy harian, secara kumulatif sejak awal tahun (year to date/YTD) mereka masih mencatatkan jual bersih Rp71,29 triliun. Kondisi ini menunjukkan aliran dana asing mulai kembali masuk dalam jangka pendek, namun belum mampu menutup arus keluar modal yang terjadi sepanjang 2026.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet