LintasWarganet.com – 10 Juli 2026 | Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, kembali mengalami suhu ekstrem Dieng membeku lagi, embun es kembali hiasi pegunungan saat suhu capai titik terendah. Pada 9 dan 10 Juli 2026, suhu di kawasan tersebut tercatat mencapai minus 6 derajat Celsius, memicu fenomena embun upas yang merusak pertanian lokal, terutama tanaman kentang.
Embun es ini tidak hanya menciptakan pemandangan yang memukau bagi wisatawan, tetapi juga membawa dampak serius bagi petani. Sekitar 25 hingga 30 hektare lahan kentang dilaporkan mengalami kerusakan, dengan estimasi kerugian mencapai Rp2,1 miliar. Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Banjarnegara, Firman Sapta Ady, mengungkapkan bahwa tanaman kentang yang berumur di bawah 40 hari sangat rentan terhadap kerusakan akibat embun beku.
“Embun upas yang muncul di beberapa lokasi seperti Lapangan Pandawa dan Kompleks Candi Arjuna ini menyebabkan tanaman kentang menghitam dan mati,” jelasnya. Meskipun para petani telah melakukan berbagai upaya mitigasi, seperti menyiram tanaman pada sore hari untuk menciptakan uap air, hasilnya tetap tidak memadai.
BMKG menjelaskan bahwa fenomena embun es ini lazim terjadi pada musim kemarau, terutama antara bulan Juni hingga September. Faktor utama yang menyebabkan suhu ekstrem ini adalah aktifnya Monsun Australia, yang membawa udara kering dan dingin ke Indonesia. Hal ini mengakibatkan suhu malam hari turun drastis, menciptakan kondisi ideal bagi pembentukan embun es.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo, menambahkan bahwa selama musim kemarau, tutupan awan berkurang, sehingga sinar matahari dapat memanaskan permukaan bumi pada siang hari. Namun, saat malam tiba, panas tersebut cepat hilang ke atmosfer tanpa ada lapisan awan yang menahannya.
Bagi wisatawan yang berencana mengunjungi Dataran Tinggi Dieng pada akhir pekan ini, BMKG memperingatkan untuk mempersiapkan diri dengan baik. Pihak pengelola destinasi wisata bahkan telah mengeluarkan aturan baru, seperti pembatasan jam kunjungan dan larangan bagi pengunjung dengan penyakit sensitif terhadap dingin. Wisatawan disarankan untuk mengenakan pakaian berlapis, termasuk jaket tebal dan pelindung tubuh lainnya, untuk menghindari risiko hipotermia.
Pemandangan embun es yang seolah-olah menyelimuti seluruh kawasan membuat banyak wisatawan terpesona dan berbondong-bondong datang untuk berfoto. Namun, di balik keindahan tersebut, petani lokal harus menghadapi kenyataan pahit akibat gagal panen. Kerugian yang dialami petani ini menjadi perhatian serius, mengingat tanaman kentang merupakan salah satu komoditas utama di daerah tersebut.
BMKG memprediksi bahwa intensitas embun es akan semakin meningkat hingga mencapai puncaknya pada bulan Agustus mendatang. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk saling mendukung, baik dalam upaya mitigasi dampak cuaca ekstrem ini maupun dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Dieng.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet