LintasWarganet.com – 02 Juli 2026 | Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Langgenharjo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, telah mencuri perhatian publik setelah viral bangunan KDMP di tengah tambak, kepala desa sebut sudah melalui musdes. Keberadaan koperasi yang terletak jauh dari permukiman ini memunculkan berbagai reaksi dari masyarakat setempat yang mempertanyakan efektivitasnya dalam melayani kebutuhan sehari-hari.
Lokasi KDMP yang berada di tengah kawasan tambak dan sekitar 150 hingga 300 meter dari rumah warga, dinilai kurang strategis. Akses menuju koperasi juga masih berupa jalan tanah yang sulit dilalui, terutama bagi warga yang ingin berbelanja. Sejumlah warga, seperti Didik Mulyono, mengekspresikan kekhawatiran mereka bahwa jarak yang jauh akan membuat masyarakat enggan datang ke koperasi, sehingga pemanfaatannya menjadi tidak maksimal.
Didik menambahkan bahwa rencana awal pembangunan koperasi seharusnya berada di lapangan bola voli di tengah desa. Namun, usulan tersebut dibatalkan karena penolakan dari warga yang menganggap lapangan tersebut sebagai satu-satunya fasilitas olahraga dan ruang berkumpul masyarakat. Akhirnya, lokasi pembangunan dipindahkan ke kawasan tambak, yang kini justru memicu protes.
Kepala Desa Langgenharjo, Rustamaji, membantah anggapan bahwa penentuan lokasi dilakukan secara sepihak. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut telah melalui musyawarah desa dan mendapat dukungan masyarakat. Menurut Rustamaji, lahan yang dipilih merupakan aset desa yang paling memungkinkan untuk digunakan sebagai koperasi. Selain itu, lokasi tersebut juga masuk dalam rencana pengembangan kawasan ekonomi baru berbasis wisata.
Dalam konteks ini, pemdes berencana untuk membangun akses jalan yang lebih baik agar KDMP dapat berfungsi tidak hanya sebagai pusat ekonomi, tetapi juga sebagai destinasi wisata. Hal ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung serta mendorong masyarakat untuk memanfaatkan koperasi lebih optimal.
Sementara itu, di wilayah lain, seperti di Desa Girimukti, Kabupaten Lebak, Banten, keberadaan KDMP juga menuai kritik serupa. Koperasi di sana dibangun jauh dari permukiman, dengan akses yang sulit, sehingga warga mempertanyakan siapa yang akan berbelanja di tempat tersebut. Meskipun pemerintah desa menyatakan bahwa lokasi tersebut sudah disepakati melalui musyawarah, banyak warga yang merasa keberatan dengan jarak yang terlalu jauh.
Fenomena ini menunjukkan adanya kebutuhan untuk memperhatikan aksesibilitas dalam pembangunan fasilitas publik seperti koperasi desa. Warga berharap agar pemerintah dapat mempertimbangkan lokasi yang lebih strategis untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan koperasi. Viral bangunan KDMP di tengah tambak, kepala desa sebut sudah melalui musdes, menjadi pelajaran penting bagi pemerintah desa lain dalam perencanaan pembangunan yang melibatkan partisipasi masyarakat.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet