Sungai Mahakam Surut, Distribusi BBM Dilakukan Estafet, Rumah Sakit di Mahakam Ulu Padamkan Listrik 3 Jam Sehari
Sungai Mahakam Surut, Distribusi BBM Dilakukan Estafet, Rumah Sakit di Mahakam Ulu Padamkan Listrik 3 Jam Sehari

Sungai Mahakam Surut, Distribusi BBM Dilakukan Estafet, Rumah Sakit di Mahakam Ulu Padamkan Listrik 3 Jam Sehari

LintasWarganet.com – 14 Agustus 2026 | Sungai Mahakam surut, distribusi BBM dilakukan estafet membuat beberapa desa di Kalimantan Timur mengalami kesulitan dalam mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Salah satu contoh adalah di Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, di mana Rumah Sakit Pratama Nawa Cita Datah Dave terpaksa mematikan listrik selama tiga jam setiap hari karena pasokan BBM jenis solar mulai menipis.

Pengiriman solar ke rumah sakit tersebut terhambat karena kondisi Sungai Mahakam yang surut. Kapal besar susah masuk ke sungai karena airnya surut. Hal ini membuat pihak rumah sakit harus mencari cara lain untuk mendapatkan pasokan solar.

Baca juga:

Rumah Sakit Pratama Nawa Cita Datah Dave sangat bergantung pada generator set (genset) berbahan bakar solar sebagai sumber listrik. Listrik PLN belum masuk ke rumah sakit ini, sehingga mereka harus menghemat konsumsi BBM dengan mematikan listrik pada pukul 15.00-18.00 WITA setiap hari.

Pasokan solar yang menipis ini juga membuat rumah sakit tersebut terpaksa mematikan listrik pada pukul 12.30 WITA pada Sabtu (8/8/2026). Hal ini membuat pasien dan staf rumah sakit harus beradaptasi dengan kondisi ini.

Baca juga:

Surutnya Sungai Mahakam juga membuat distribusi BBM di beberapa desa di Kalimantan Timur menjadi sulit. Warga desa harus berjalan jauh untuk mendapatkan BBM jenis solar. Hal ini membuat mereka harus menghabiskan waktu dan tenaga untuk mendapatkan kebutuhan dasar mereka.

Sungai Mahakam surut, distribusi BBM dilakukan estafet membuat beberapa desa di Kalimantan Timur mengalami kesulitan dalam mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Hal ini membuat pihak pemerintah harus mencari cara untuk mengatasi masalah ini.

Baca juga: