Solidaritas Pelatih: Moriyasu Bela Hong Myung-bo di Tengah Kritikan Pedas Fans Korea Selatan
Solidaritas Pelatih: Moriyasu Bela Hong Myung-bo di Tengah Kritikan Pedas Fans Korea Selatan

Solidaritas Pelatih: Moriyasu Bela Hong Myung-bo di Tengah Kritikan Pedas Fans Korea Selatan

LintasWarganet.com – 03 Juli 2026 | Pelatih Timnas Jepang Hajime Moriyasu menunjukkan sikap solidaritas sesama pelatih dengan membela Hong Myung-bo, pelatih Timnas Korea Selatan, yang saat ini tengah menjadi sasaran kritik tajam dari publik setelah kegagalan timnya di Piala Dunia 2026. Meski Jepang dan Korea Selatan adalah rival dalam sepak bola, Moriyasu menegaskan pentingnya dukungan antar pelatih dalam menghadapi tantangan yang sama.

Timnas Korea Selatan, di bawah arahan Hong Myung-bo, harus menerima kenyataan pahit setelah tersingkir dari Piala Dunia 2026, finis di peringkat ketiga Grup A dengan hanya tiga poin. Hasil buruk ini membuat Hong menjadi bulan-bulanan kritik di dalam negeri, apalagi setelah keputusan kontroversialnya untuk mencadangkan bintang tim, Son Heung-min, pada laga terakhir. Publik Korea Selatan menyambut kepulangan tim dengan cemoohan, menandai kekecewaan yang mendalam.

Baca juga:

Hong Myung-bo akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih kepala, sebuah keputusan yang datang setelah tekanan publik yang semakin meningkat. Dalam situasi sulit ini, Hajime Moriyasu mengambil langkah berani untuk membela rekan seprofesinya. Dia mengingatkan bahwa pelatih adalah pihak yang harus bertanggung jawab atas hasil, namun juga harus dihargai untuk usaha yang telah dilakukan mereka.

Media Korea Selatan bahkan membandingkan sikap Moriyasu dengan Hong, menyoroti bagaimana Moriyasu menerima kegagalan dengan lapang dada sementara Hong tampak tertekan di bawah beban kritik. Salah satu faktor yang memicu kegagalan Hong adalah pengangkatan dirinya sebagai pelatih yang dianggap tidak transparan, dengan dugaan adanya intervensi dari petinggi Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA).

Baca juga:

Sementara itu, situasi di Jepang berbeda. Hajime Moriyasu, meski timnya juga tersingkir setelah kalah dari Brasil, tetap mendapatkan dukungan dari Asosiasi Sepak Bola Jepang. JFA bahkan memberikan tawaran kontrak baru kepada Moriyasu, mencerminkan kepercayaan mereka terhadap kemampuannya dalam membangun tim yang kompetitif di masa depan. Ini menunjukkan bahwa evaluasi JFA tidak hanya berdasarkan hasil akhir, tetapi juga pada proses dan persiapan yang dilakukan.

Moriyasu telah memimpin Timnas Jepang sejak 2018 dan selama masa kepemimpinannya, Jepang menunjukkan kemajuan yang signifikan di pentas internasional. Meskipun gagal melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026, banyak kalangan percaya bahwa Jepang akan segera menjadi kekuatan utama di dunia sepak bola.

Baca juga:

Dengan dua pelatih yang berada dalam situasi yang berbeda pasca Piala Dunia, solidaritas sesama pelatih, Hajime Moriyasu bela Hong Myung-bo yang dibantai fan timnas Korea Selatan [titlebase], menjadi pelajaran penting tentang bagaimana dunia sepak bola tidak hanya melibatkan kemenangan dan kekalahan, tetapi juga tentang saling menghormati dan mendukung rekan-rekan di profesi yang sama.