SIEJ Nilai Suara Masyarakat Adat Masih Minim dalam Pemberitaan RUU
SIEJ Nilai Suara Masyarakat Adat Masih Minim dalam Pemberitaan RUU

SIEJ Nilai Suara Masyarakat Adat Masih Minim dalam Pemberitaan RUU

LintasWarganet.com – 29 Juli 2026 | Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) mengkritik pemberitaan tentang Rancangan Undang-Undang (RUU) yang kurang menampilkan suara masyarakat adat. Menurut SIEJ, keterlibatan masyarakat adat sebagai narasumber dalam pemberitaan tentang RUU masih sangat minim. Hal ini menunjukkan bahwa pemberitaan tentang RUU masih lebih fokus pada pandangan dari pihak pemerintah dan organisasi, daripada suara masyarakat adat yang terdampak langsung oleh hasil dari RUU tersebut.

SIEJ mengatakan bahwa pemberitaan tentang RUU harus lebih inklusif dan mencakup berbagai sudut pandang, termasuk suara dari masyarakat adat. Dengan demikian, pemberitaan tentang RUU dapat menjadi lebih akurat dan dapat memberikan informasi yang lebih lengkap kepada masyarakat.

Baca juga:

SIEJ juga menekankan bahwa pemberitaan tentang RUU harus lebih fokus pada dampak langsung dari RUU terhadap masyarakat, daripada hanya fokus pada kepentingan dari pihak pemerintah dan organisasi. Hal ini dapat membantu masyarakat memahami lebih baik tentang RUU dan membuat keputusan yang lebih baik.

SIEJ juga menekankan bahwa pemberitaan tentang RUU harus lebih berorientasi pada kebutuhan masyarakat, daripada hanya fokus pada kepentingan dari pihak pemerintah dan organisasi. Hal ini dapat membantu masyarakat memahami lebih baik tentang RUU dan membuat keputusan yang lebih baik.

SIEJ juga menekankan bahwa pemberitaan tentang RUU harus lebih fokus pada dampak langsung dari RUU terhadap masyarakat, daripada hanya fokus pada kepentingan dari pihak pemerintah dan organisasi. Hal ini dapat membantu masyarakat memahami lebih baik tentang RUU dan membuat keputusan yang lebih baik.

Baca juga:

SIEJ juga menekankan bahwa pemberitaan tentang RUU harus lebih berorientasi pada kebutuhan masyarakat, daripada hanya fokus pada kepentingan dari pihak pemerintah dan organisasi. Hal ini dapat membantu masyarakat memahami lebih baik tentang RUU dan membuat keputusan yang lebih baik.

SIEJ mengatakan bahwa pemberitaan tentang RUU harus lebih inklusif dan dapat menampilkan berbagai sudut pandang, termasuk suara dari masyarakat adat. Dengan demikian, pemberitaan tentang RUU dapat menjadi lebih akurat dan dapat memberikan informasi yang lebih lengkap kepada masyarakat.

SIEJ juga menekankan bahwa pemberitaan tentang RUU harus lebih fokus pada dampak langsung dari RUU terhadap masyarakat, daripada hanya fokus pada kepentingan dari pihak pemerintah dan organisasi. Hal ini dapat membantu masyarakat memahami lebih baik tentang RUU dan membuat keputusan yang lebih baik.

Baca juga:

SIEJ juga menekankan bahwa pemberitaan tentang RUU harus lebih berorientasi pada kebutuhan masyarakat, daripada hanya fokus pada kepentingan dari pihak pemerintah dan organisasi. Hal ini dapat membantu masyarakat memahami lebih baik tentang RUU dan membuat keputusan yang lebih baik.