Sahroni Mendesak Polda NTT Ambil Tindakan Tegas terhadap Pelaku Intimidasi yang Mengakibatkan Meninggalnya Dokter Icha
Sahroni Mendesak Polda NTT Ambil Tindakan Tegas terhadap Pelaku Intimidasi yang Mengakibatkan Meninggalnya Dokter Icha

Sahroni Mendesak Polda NTT Ambil Tindakan Tegas terhadap Pelaku Intimidasi yang Mengakibatkan Meninggalnya Dokter Icha

LintasWarganet.com – 06 Juli 2026 | Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kasus dugaan intimidasi yang diduga menjadi penyebab meninggalnya Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang akrab disapa Dokter Icha, di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Kasus ini telah menarik perhatian publik dan menimbulkan banyak pertanyaan mengenai keselamatan tenaga medis yang bertugas di daerah tersebut.

Dalam pernyataannya, Sahroni desak Polda NTT tindak tegas pelaku intimidasi yang diduga sebabkan dokter Icha tewas. Ia menekankan pentingnya tindakan cepat dan tegas dari pihak kepolisian untuk mengungkap kasus ini secara transparan. Menurut Sahroni, kasus ini tidak hanya menyangkut keselamatan individu, tetapi juga mencerminkan kondisi kerja dan lingkungan yang dihadapi oleh para tenaga medis di Indonesia, terutama di daerah yang masih memiliki tantangan signifikan.

Baca juga:

Dokter Icha, yang dikenal sebagai sosok yang peduli dan berdedikasi tinggi dalam memberikan pelayanan kesehatan, ditemukan meninggal di kediamannya dengan keadaan yang mencurigakan. Berita ini langsung memicu kemarahan dan keprihatinan masyarakat, yang merasa bahwa tindakan intimidasi terhadap tenaga medis harus segera dihentikan.

Sahroni menjelaskan bahwa intimidasi terhadap dokter dan tenaga medis lainnya sudah menjadi masalah serius yang harus ditangani dengan serius. “Kami tidak bisa membiarkan tindakan ini terus berulang. Setiap dokter berhak bekerja dalam lingkungan yang aman dan bebas dari ancaman,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia meminta Polda NTT untuk tidak hanya menindak tegas pelaku intimidasi tetapi juga melakukan pendekatan yang lebih humanis dan melibatkan masyarakat dalam menjaga keamanan dan kenyamanan tenaga medis. “Kita perlu bersama-sama membangun kesadaran akan pentingnya menghormati profesi medis dan memberikan perlindungan hukum yang memadai bagi mereka,” tambahnya.

Baca juga:

Kasus ini menjadi sorotan karena bukan hanya berfokus pada satu individu, tetapi juga sebagai refleksi dari situasi yang lebih luas yang dihadapi oleh tenaga medis di seluruh Indonesia. Banyak dokter yang merasa terancam dalam menjalankan tugas mereka, dan hal ini berpotensi mengganggu layanan kesehatan yang vital bagi masyarakat.

Oleh karena itu, Sahroni desak Polda NTT tindak tegas pelaku intimidasi yang diduga sebabkan dokter Icha tewas. Ia berharap tindakan yang diambil oleh pihak berwajib akan menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi semua tenaga medis di Indonesia.

Sejumlah organisasi kesehatan juga turut menyuarakan dukungan terhadap tuntutan Sahroni. Mereka menyerukan agar pemerintah dan pihak berwenang memberikan perhatian lebih terhadap perlindungan tenaga medis, memastikan bahwa mereka dapat bekerja tanpa rasa takut akan intimidasi atau ancaman dari pihak manapun.

Baca juga:

Dalam perkembangan selanjutnya, diharapkan pihak kepolisian akan segera memberikan informasi lebih lanjut mengenai penyelidikan yang sedang dilakukan. Masyarakat pun berharap agar kasus ini tidak hanya menjadi berita sesaat, tetapi diikuti dengan langkah-langkah nyata untuk melindungi tenaga medis yang berjuang di garda terdepan pelayanan kesehatan.