LintasWarganet.com – 24 Juli 2026 | Rudal Iran hantam fasilitas CIA! AS ketar-ketar, drone IRGC makin presisi, curiga Rusia bantu Teheran. Konfrontasi militer langsung antara Iran dan AS telah berlangsung selama sepuluh hari berturut-turut, dan sekarang telah mencapai tingkat yang lebih intensif. Pada hari Selasa, 21 Juli 2026, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeklaim telah menghancurkan infrastruktur data center utama milik perusahaan asal Amerika Serikat (AS), Amazon, yang berlokasi di Bahrain. Klaim tersebut disampaikan melalui kantor hubungan masyarakat IRGC, dan disebutkan bahwa serangan itu dilakukan oleh Angkatan Dirgantara mereka menggunakan sejumlah rudal jelajah.
Menurut IRGC, serangan terhadap Bahrain merupakan bentuk balasan agresi militer AS terhadap fasilitas sipil yang masih dalam tahap pembangunan di Darkhovin. IRGC juga menyatakan bahwa sistem pertahanan udara AS dan instalasi radar di kawasan Muharraq dan Riffa, Bahrain, turut menjadi sasaran. Hingga saat ini, pihak berwenang Bahrain maupun AS, serta perusahaan Amazon, belum memberikan tanggapan atas klaim yang dilontarkan IRGC tersebut.
Di sisi lain, badan intelijen Amerika Serikat (AS) menyelidiki kemungkinan keterlibatan Rusia di balik serangan drone Iran terhadap sejumlah fasilitas CIA di kawasan Teluk. Dugaan itu mencuat setelah para analis menilai serangan tersebut berlangsung efektif dan presisi tinggi. Hal tersebut dianggap tidak lazim jika hanya mengandalkan kemampuan Iran sendiri.
Informasi ini diungkapkan empat sumber yang memahami isu intelijen AS. Mereka enggan disebutkan namanya karena membicarakan hal yang menyangkut keamanan nasional. Kecurigaan terhadap keterlibatan Rusia semakin menguat menyusul serangan akhir pekan lalu terhadap sebuah pangkalan udara AS di Yordania. Dalam serangan itu, Iran menembakkan rudal balistik ke barak militer dan menewaskan dua tentara AS.
Penyelidikan ini menunjukkan bahwa konfrontasi antara Iran dan AS telah mencapai tingkat yang lebih kompleks. AS telah menghadapi tantangan besar dalam menangani situasi ini, dan kehadiran Rusia di sebalik layar membuat kondisi semakin sulit. Sementara itu, IRGC terus menyatakan dedikasinya untuk melindungi kepentingan Iran dan menghadapi apa pun yang dihadapi.
Sejarah telah menunjukkan bahwa konflik di Timur Tengah selalu memiliki efek yang luas dan berkepanjangan. Oleh karena itu, perlu adanya upaya yang lebih besar dari komunitas internasional untuk menghindari eskalasi konflik ini dan mencari jalan keluar yang lebih damai.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet