Presiden Pro-Palestina Lengser, Kolombia Segera Pulihkan Hubungan dengan Israel
Presiden Pro-Palestina Lengser, Kolombia Segera Pulihkan Hubungan dengan Israel

Presiden Pro-Palestina Lengser, Kolombia Segera Pulihkan Hubungan dengan Israel

LintasWarganet.com – 28 Juli 2026 | Kolombia akan segera pulihkan hubungan dengan Israel setelah Presiden terpilih Abelardo de la Espriella mengumumkan reorganisasi besar-besaran korps diplomatik negara itu. De la Espriella, yang dipilih pada pemilu bulan Mei lalu, mengatakan bahwa ia akan membuka kembali kedutaan besar Kolombia di Yerusalem dan memprioritaskan penataan ulang strategis dengan Israel. Ia juga akan menutup kedutaan besar dan konsulat di beberapa negara, termasuk Kuba dan Nikaragua, yang telah menjadi lawan politik Kolombia dalam beberapa tahun terakhir.

De la Espriella mengatakan bahwa reorganisasi korps diplomatik Kolombia bertujuan untuk mengurangi pengeluaran birokrasi dan meningkatkan efisiensi dalam menjalin hubungan dengan negara-negara lain. Ia juga berjanji untuk menyatukan misi-misi Kolombia di badan-badan internasional seperti UNESCO dan FAO di bawah satu duta besar.

Baca juga:

Presiden Kolombia yang akan segera lengser, Gustavo Petro, telah mengumumkan bahwa negaranya akan membuka kedutaan besar di kota Ramallah di Palestina. Namun, de la Espriella mengatakan bahwa ia tidak akan melanjutkan rencana itu dan akan menghentikan pembangunan kedutaan besar di Palestina.

Kolombia telah menjadi salah satu negara yang mendukung Palestina dalam konflik dengan Israel. Namun, dengan reorganisasi korps diplomatik, Kolombia akan segera pulihkan hubungan dengan Israel dan meningkatkan kerja sama dengan negara-negara lain.

Baca juga:

Reorganisasi korps diplomatik Kolombia juga diharapkan dapat membuka peluang baru bagi negara itu dalam menjalin hubungan dengan negara-negara lain. De la Espriella mengatakan bahwa ia akan meningkatkan kerja sama dengan negara-negara lain dalam bidang ekonomi, perdagangan, dan investasi.

Suriah juga telah membuka peluang damai dengan Israel. Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa mengatakan bahwa Damaskus secara aktif berupaya mencapai kesepakatan keamanan dengan Israel. Ini menambah daftar panjang perubahan drastis kebijakan luar negeri dari Suriah sejak al-Sharaa menjabat.

Baca juga:

Kesepakatan keamanan dengan Israel diharapkan dapat membuka jalan bagi resolusi krisis yang lebih luas dan komprehensif di Suriah. Namun, perjanjian tersebut tidak akan mengkompromikan hak Suriah atas Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel secara ilegal sejak tahun 1973.