LintasWarganet.com – 26 Juli 2026 | Retorika ‘Londo Ireng’ yang digunakan oleh Presiden Prabowo Subianto saat menanggapi kritik dari pengamat hingga wartawan telah menimbulkan sorotan dari berbagai pihak. Mereka melihat bahwa pernyataan ini mencerminkan pola komunikasi yang berpotensi melemahkan ruang kritik publik. Pernyataan ini telah membuat banyak orang bertanya-tanya apakah Presiden Prabowo Subianto benar-benar ingin membuka ruang diskusi atau hanya menggunakan retorika untuk menutupi kekurangan.
Retorika ‘Londo Ireng’ sendiri adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan dimana ada penyelewengan yang tidak dapat diatasi oleh pemerintah. Istilah ini berasal dari istilah ‘londo’ yang berarti kegelapan dan ‘ireng’ yang berarti hitam. Dengan demikian, retorika ini dapat diartikan sebagai keadaan dimana ada penyelewengan yang sangat berat dan tidak dapat diatasi.
Presiden Prabowo Subianto menggunakan retorika ini dalam konteks kritik terhadap pengamat hingga wartawan yang menanggapi kebijakan pemerintahnya. Ia menyatakan bahwa kritik-kritik ini hanya menambah kegelapan dan kehitaman yang sudah ada di masyarakat. Dengan demikian, ia ingin mengatakan bahwa kritik-kritik ini tidak memiliki nilai dan tidak dapat dianggap sebagai penyelewengan.
Namun, banyak orang melihat bahwa retorika ini tidak dapat dianggap sebagai jawaban yang efektif terhadap kritik-kritik yang diajukan. Mereka melihat bahwa retorika ini hanya digunakan untuk menutupi kekurangan dan tidak dapat dianggap sebagai upaya untuk membuka ruang diskusi. Dengan demikian, retorika ‘Londo Ireng’ dapat diartikan sebagai upaya untuk mendelegitimasi kritik publik dan menutupi kekurangan pemerintah.
Maka, perlu diingat bahwa retorika ‘Londo Ireng’ bukanlah jawaban yang efektif terhadap kritik-kritik yang diajukan. Sebaliknya, retorika ini dapat diartikan sebagai upaya untuk mendelegitimasi kritik publik dan menutupi kekurangan pemerintah. Oleh karena itu, perlu diadakan diskusi yang lebih terbuka dan transparan agar dapat menemukan solusi yang tepat untuk masalah-masalah yang dihadapi.
Apakah retorika ‘Londo Ireng’ benar-benar dapat mendelegitimasi kritik publik? Jawabannya tergantung pada bagaimana retorika ini digunakan dan diartikan. Namun, satu hal yang jelas adalah bahwa retorika ini tidak dapat dianggap sebagai jawaban yang efektif terhadap kritik-kritik yang diajukan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet