Prabowo dan PM Wong Sepakat Jaga Keterbukaan Selat Malaka untuk Semua Pihak
Prabowo dan PM Wong Sepakat Jaga Keterbukaan Selat Malaka untuk Semua Pihak

Prabowo dan PM Wong Sepakat Jaga Keterbukaan Selat Malaka untuk Semua Pihak

LintasWarganet.com – 07 Juli 2026 | Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong telah sepakat bahwa Selat Malaka harus tetap terbuka dan dapat diakses oleh semua pihak. Kesepakatan ini dihasilkan dari pertemuan Leaders’ Retreat di Istana Merdeka, Jakarta, pada 6 Juli 2026. Dalam momen penting ini, kedua pemimpin menegaskan komitmen untuk menjaga keamanan dan keterbukaan jalur pelayaran internasional di kawasan yang menjadi urat nadi perdagangan dunia tersebut.

Prabowo menyatakan bahwa Selat Malaka, sebagai salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, memiliki kepentingan strategis bagi Indonesia dan Singapura. “Kita berkepentingan untuk menjaga Selat Malaka sebagai jalur pelayaran yang aman dan bebas bagi semua pihak,” jelasnya. Pernyataan ini menegaskan sikap kedua negara yang ingin memastikan bahwa jalur tersebut tetap berfungsi tanpa adanya hambatan.

Baca juga:

Kepentingan untuk menjaga Selat Malaka juga diungkapkan oleh PM Wong, yang menyatakan bahwa visi geopolitik yang dimiliki oleh Singapura dan Indonesia sangat sejalan. “Kami akan melakukan bagian kami bersama dengan negara pantai lainnya untuk memastikan bahwa Selat Malaka dan Selat Singapura tetap aman, terbuka, dan dapat diakses oleh semua pihak,” ujarnya. Kesepakatan ini diharapkan dapat mendorong kolaborasi yang lebih erat di antara negara-negara pesisir lainnya, termasuk Malaysia dan Thailand.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga memberikan garansi kepada Singapura mengenai isu pajak yang sempat mencuat di April 2026. Wacana pemajakan kapal-kapal yang melintasi Selat Malaka, yang awalnya diusulkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dianggap tidak sesuai dengan semangat keterbukaan yang ingin dijaga oleh kedua negara. “Kapal lewat Selat Malaka tidak akan kita charge, ini harus jelas,” ungkap Prabowo, menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin membebani kapal-kapal yang melintas di jalur strategis ini.

Baca juga:

Komitmen ini juga mencakup upaya mitigasi terhadap berbagai ancaman yang dapat mengganggu kelancaran pelayaran, seperti pencemaran, kecelakaan laut, dan aksi perompakan. Prabowo menekankan bahwa stabilitas keamanan di Selat Malaka sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi negara-negara di sekitarnya. “Kita akan terus berkoordinasi untuk menjaga keamanan dan keterbukaan jalur ini,” tambahnya.

Pertemuan tersebut juga menghasilkan 26 kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) yang akan ditandatangani oleh kedua negara. Ini menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Singapura semakin solid dan komitmen untuk saling mendukung dalam berbagai aspek, termasuk keamanan maritim.

Baca juga:

Dengan kesepakatan ini, Prabowo dan PM Wong berharap bahwa Selat Malaka akan terus menjadi jalur pelayaran yang aman, terbuka, dan dapat diakses oleh semua pihak, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi dan stabilitas kawasan. Kesepakatan ini juga mencerminkan kematangan dan kepercayaan dalam hubungan bilateral antara kedua negara.