Peternak Mandi Telur Protes Harga Anjlok di Solo: Kenapa Harga Acuan Justru Turun?
Peternak Mandi Telur Protes Harga Anjlok di Solo: Kenapa Harga Acuan Justru Turun?

Peternak Mandi Telur Protes Harga Anjlok di Solo: Kenapa Harga Acuan Justru Turun?

LintasWarganet.com – 08 Juli 2026 | Ratusan peternak ayam dari Soloraya melakukan aksi protes yang unik di Bundaran Gladak, Kota Solo, pada Selasa (7/6/2026). Dalam aksi ini, mereka mandi telur sebagai simbol kekecewaan terhadap anjloknya harga telur dan ayam. Peternak aksi mandi telur protes harga anjlok: Kalau bahan baku naik, kenapa harga acuan diturunkan?

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jateng, Pardjuni, menegaskan bahwa peternak telah mengalami kerugian besar akibat harga pakan yang terus meningkat, sementara harga jual telur dan ayam di pasar justru rendah. “Harga telur di tingkat peternak kini hanya sekitar Rp16.500, jauh di bawah harga acuan pemerintah yang sebesar Rp19.500,” ungkap Pardjuni.

Baca juga:

Dalam aksi tersebut, para peternak tidak hanya melakukan mandi telur, tetapi juga membagikan telur dan ayam hidup secara gratis kepada masyarakat yang melintas. Mereka berharap aksi ini dapat menarik perhatian pemerintah untuk mengambil langkah konkret dalam menstabilkan harga. Salah satu peternak, Ardi, mengatakan, “Harga telurnya jatuh murah, ini protes karena terlalu murah, peternak rugi, harganya di bawah HPP. Harapannya supaya harga telur naik, stabil sesuai HPP.”

Koordinator aksi, Chris Handrika, juga menyampaikan kekecewaannya. Ia menyoroti ketidakadilan dalam penetapan harga acuan, di mana harga bahan baku pakan terus meningkat, tetapi harga telur malah diturunkan. “Secara logika, kalau harga bahan baku naik, mengapa harga acuan penjualan telur justru diturunkan? Kami butuh jawaban,” tegasnya.

Baca juga:

Peternak aksi mandi telur protes harga anjlok: Kalau bahan baku naik, kenapa harga acuan diturunkan? menjadi pertanyaan yang mengemuka dalam dialog mereka dengan pemerintah. Aksi ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi pemerintah untuk memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan peternak.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana untuk mempertemukan peternak dan pedagang untuk mencari solusi atas masalah ini. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyatakan bahwa penyelesaian masalah harga telur tidak bisa hanya berfokus pada pedagang perantara, tetapi harus melihat keseluruhan rantai distribusi.

Baca juga:

Emil menjelaskan, “Jika ada anggapan margin yang diambil terlalu besar, mari kita buka bersama perhitungannya.” Penyelesaian masalah ini diharapkan dapat membantu peternak agar tidak mengalami kerugian lebih lanjut.

Aksi protes ini berlangsung di tengah kelebihan pasokan yang menyebabkan harga telur dan ayam jatuh. Para peternak berharap suara mereka didengar dan tindakan segera diambil untuk mengatasi krisis ini. Peternak aksi mandi telur protes harga anjlok: Kalau bahan baku naik, kenapa harga acuan diturunkan? adalah representasi dari frustrasi yang dialami oleh komunitas peternak saat ini.