LintasWarganet.com – 05 Juli 2026 | Neraca perdagangan Indonesia kembali ke defisit setelah 72 bulan surplus. Defisit neraca perdagangan sebesar USD 1,61 miliar ini disebabkan oleh masalah struktural migas yang makin melemahkan kondisi ekonomi nasional.
Selama ini, Indonesia telah berhasil menjaga neraca perdagangan dalam surut. Namun, pada tahun ini, defisit neraca perdagangan kembali muncul. Menurut data dari BPS, defisit neraca perdagangan pada bulan Maret 2023 mencapai USD 1,61 miliar.
Masalah struktural migas adalah salah satu penyebab utama defisit neraca perdagangan ini. Kondisi ini terjadi karena Indonesia masih tergantung pada impor minyak mentah dan gas alam untuk kebutuhan energinya. Hal ini membuat neraca perdagangan Indonesia kembali ke defisit.
Dalam beberapa tahun terakhir, harga minyak mentah dan gas alam telah meningkat tajam. Hal ini membuat biaya impor minyak mentah dan gas alam meningkat juga, sehingga meningkatkan defisit neraca perdagangan Indonesia.
Ekonom CORE juga menyoroti masalah struktural migas sebagai penyebab utama defisit neraca perdagangan ini. Menurut mereka, Indonesia perlu melakukan reformasi struktural untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor migas.
Reformasi struktural ini dapat dilakukan dengan meningkatkan investasi di sektor migas, meningkatkan efisiensi produksi migas, dan meningkatkan kemampuan pengolahan migas di dalam negeri.
Secara keseluruhan, defisit neraca perdagangan Indonesia merupakan tantangan yang signifikan bagi pemerintah untuk mengatasi. Dengan melakukan reformasi struktural, pemerintah dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor migas, sehingga dapat mengurangi defisit neraca perdagangan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet