Konflik AS-Iran Memanas: Harga Minyak Tembus USD 90 per Barel, Risiko Gangguan Pasokan di Selat Hormuz
Konflik AS-Iran Memanas: Harga Minyak Tembus USD 90 per Barel, Risiko Gangguan Pasokan di Selat Hormuz

Konflik AS-Iran Memanas: Harga Minyak Tembus USD 90 per Barel, Risiko Gangguan Pasokan di Selat Hormuz

LintasWarganet.com – 22 Juli 2026 | Konflik AS-Iran Memanas Harga Minyak Tembus USD 90 per Barel. Ketegangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah memanas, menyebabkan harga minyak mentah mencapai tingkat tertinggi sejak tahun 2014. Harga minyak mentah telah meningkat hingga USD 90 per barel, dengan risiko gangguan pasokan di Selat Hormuz.

AS telah menempatkan embargo terhadap Iran, yang telah menyebabkan penurunan produksi minyak mentah di negara tersebut. Hal ini telah meningkatkan harga minyak mentah di pasar internasional. Sementara itu, Iran telah mengancam untuk menutup Selat Hormuz jika AS meningkatkan embargo terhadap negara tersebut.

Baca juga:

Konflik AS-Iran telah menyebabkan ketegangan geopolitik di wilayah Timur Tengah, yang telah meningkatkan harga minyak mentah. Risiko gangguan pasokan di Selat Hormuz juga telah meningkatkan harga minyak mentah. Oleh karena itu, sangat penting bagi negara-negara untuk berusaha menjaga perdagangan minyak mentah yang lancar dan aman.

Baca juga:

Banyak analisis yang menyatakan bahwa harga minyak mentah akan terus meningkat dalam beberapa bulan ke depan. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak mentah dari Iran. Oleh karena itu, sangat penting bagi negara-negara untuk berusaha menjaga perdagangan minyak mentah yang lancar dan aman.

Baca juga:

Di sisi lain, beberapa analisis juga menyatakan bahwa harga minyak mentah akan terus menurun dalam beberapa bulan ke depan. Hal ini disebabkan oleh penurunan produksi minyak mentah di Iran dan peningkatan produksi minyak mentah di negara-negara lain. Oleh karena itu, sangat penting bagi negara-negara untuk berusaha menjaga perdagangan minyak mentah yang lancar dan aman.