Kesenjangan kekayaan Singapura makin lebar, mobilitas sosial melambat
Kesenjangan kekayaan Singapura makin lebar, mobilitas sosial melambat

Kesenjangan kekayaan Singapura makin lebar, mobilitas sosial melambat

LintasWarganet.com – 17 Agustus 2026 | Singapura dikenal sebagai salah satu negara dengan perekonomian paling maju di Asia, tetapi di balik tingginya pendapatan dan kuatnya ekonomi, ternyata masih ada persoalan soal kesenjangan kekayaan yang perlu diperhatikan.

Pemerintah Singapura untuk pertama kalinya merilis ukuran ketimpangan kekayaan (wealth inequality) dan menemukan bahwa kesenjangan kekayaannya lebih tinggi dibandingkan ketimpangan pendapatan (income inequality).

Baca juga:

Kondisi ini juga berjalan beriringan dengan melambatnya mobilitas sosial antargenerasi.

Menurut Kementerian Keuangan Singapura, koefisien Gini kekayaan berada di angka 0,55, sedangkan koefisien Gini pendapatan setelah pajak dan transfer berada di 0,38.

Baca juga:

Artinya, jarak kepemilikan kekayaan antarrumah tangga di Singapura ternyata lebih lebar dibandingkan jarak pendapatan mereka.

Profesor Irene Ng dari Departemen Pekerjaan Sosial National University of Singapore menilai pengukuran Gini kekayaan bisa memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai ketimpangan di masyarakat.

Baca juga:

Menurutnya, kekayaan cenderung lebih timpang karena orang kaya punya lebih banyak cara untuk menambah aset dibandingkan kelompok berpenghasilan rendah.

Kesimpulan: Kesenjangan kekayaan Singapura makin lebar, mobilitas sosial melambat, menurut data pemerintah.