LintasWarganet.com – 02 Juli 2026 | Ketua Lembaga Bantuan Masyarakat (LBM) Partai Baitul Maqdis Indonesia (PBNU), M. Nasir, menilai wacana Kementerian Kesehatan (Kemenkes) seragamkan kemasan rokok tidak fair tanpa melibatkan pihak yang terdampak. Wacana ini, kata M. Nasir, juga tidak mempertimbangkan dampak industri tembakau dan tenaga kerja.
Kemenkes, kata M. Nasir, harus lebih memperhatikan dampak yang akan ditimbulkan oleh seragamkan kemasan rokok ini. Pasalnya, industri tembakau di Indonesia cukup besar dan memberikan kontribusi yang signifikan pada perekonomian negara.
Di sisi lain, seragamkan kemasan rokok juga dapat mempengaruhi tenaga kerja yang terlibat dalam industri ini. Banyak orang yang bekerja di industri tembakau, dan perubahan kemasan rokok dapat mempengaruhi kehidupan mereka.
M. Nasir juga menekankan bahwa Kemenkes harus lebih transparan dalam proses seragamkan kemasan rokok ini. Masyarakat harus diberitahu tentang langkah-langkah yang akan diambil dan dampak yang akan ditimbulkan.
Hal ini, kata M. Nasir, dapat membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Kemenkes dan pemerintah. Dengan demikian, Kemenkes dapat lebih efektif dalam melaksanakan program-program kesehatan dan menurunkan tingkat penyakit yang terkait dengan rokok.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet