LintasWarganet.com – 16 Agustus 2026 | Keluarga TKI Karanganyar yang tewas di Jepang syok berat, enggan bicara soal tragedi rekreasi Heru. Suasana rumah duka Heru Santoso (24), di Kampung Sembung, RT 03, RW 02, Kelurahan Gayamdompo, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Minggu (16/8/2026). Heru merupakan TKI yang meninggal dunia setelah tenggelam saat bermain di salah satu sungai di Jepang, Kamis (13/8/2026). Keluarga Heru kini syok berat dan belum bersedia berbicara. Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR – Keluarga Heru Santoso (24), TKI asal Kelurahan Gayamdompo , Karanganyar , masih syok berat setelah menerima kabar Heru tewas tenggelam di sungai di Jepang . Kesedihan membuat keluarga belum bersedia memberikan keterangan mengenai kejadian yang menimpa Heru. Saat ditemui di rumahnya, orangtua Heru memilih diam dan belum mau memberikan tanggapan kepada wartawan. Rumah orangtua Heru di Kampung Sembung, RT 03, RW 02, Kelurahan Gayamdompo , Kecamatan/Kabupaten Karanganyar , kini telah dipasangi tenda di halaman dan bagian depan rumah. Berdasarkan pantauan TribunSolo.com, tenda dengan penyangga besi berwarna hijau dan atap seng telah berdiri di sekitar rumah. Baca juga: TKI Karanganyar Tewas di Jepang, Disdagperinaker Klaim Bakal Pastikan Hak hingga Asuransi Dipenuhi
Rumah tersebut merupakan bangunan tradisional berbentuk limasan. Dindingnya berwarna krem dengan aksen abu-abu pada bagian penyangga bawah rumah. Pintu dan jendela kayu berwarna cokelat terlihat terpasang pada bangunan tersebut. Bagian teras menggunakan ubin cokelat, sedangkan atap rumah ditutup genteng tanah liat.
Seorang TKI asal Bengkulu, Adelia Meysa (23), meninggal dunia di Jepang akibat peradangan pada selaput otak dan saraf tulang belakang yang disebabkan infeksi bakteri mycobacterium. Adelia merupakan korban penipuan salah satu Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) bahasa Jepang di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Korban dijanjikan pekerjaan di Jepang setelah mengikuti pelatihan. Tujuh bulan lamanya mereka belajar bahasa Jepang di lembaga tersebut, kemudian ditawarkan menggunakan visa kunjungan 3 bulan. Oknum lembaga tersebut mengimingi korban setelah sampai di Jepang akan dicarikan pekerjaan dan diganti visanya dengan visa kerja resmi,
Kesimpulan: Keluarga TKI Karanganyar yang tewas di Jepang syok berat, enggan bicara soal tragedi rekreasi Heru. Mereka masih terluka akibat tragedi tersebut dan belum bersedia berbicara.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet