LintasWarganet.com – 07 Juli 2026 | Jawa Tengah (Jateng) disebut bakal jadi kandang gajah, elite PDIP: Siapa yang bikin hoaks? Pertanyaan ini dilontarkan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah, menanggapi rencana Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang ingin menjadikan Jateng sebagai basis dukungan mereka. Selama ini, Jateng dikenal sebagai ‘kandang banteng‘, sebutan untuk lumbung suara PDIP di pemilihan umum.
Said Abdullah mengungkapkan kekecewaannya terhadap narasi yang dibawa PSI, yang dinilai tidak berdasar. “Siapa yang bikin hoaks?” tanyanya ketika ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026). Pernyataan ini muncul bersamaan dengan rencana safari politik Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) ke Jateng pada pertengahan Juli 2026.
Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo Prabowo, mengklaim bahwa kunjungan Jokowi akan menjadi kejutan, sekaligus memperkuat posisi PSI di Jateng. Menurut Yogo, mereka telah mempersiapkan kunjungan ini dengan baik dan berharap Jokowi dapat mendatangi hampir 35 kabupaten dan kota di Jateng. Ia menjelaskan, kunjungan ini adalah bagian dari konsolidasi dan penguatan struktur organisasi PSI di wilayah tersebut.
Namun, PDIP menanggapi rencana tersebut dengan skeptis. Juru Bicara PDIP, Guntur Romli, mengatakan bahwa PSI tidak memiliki kekuatan politik yang cukup untuk merebut suara dari PDIP. Ia menyebutkan bahwa PSI gagal dalam pemilu sebelumnya dan menilai klaim mereka untuk menjadikan Jateng sebagai ‘kandang gajah’ sebagai bentuk kepercayaan diri yang berlebihan.
Guntur juga mengingatkan bahwa meskipun Jokowi pernah mendukung PSI saat menjabat sebagai presiden, itu tidak cukup untuk membawa PSI lolos ke parlemen. Ia menilai bahwa setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden, pengaruh Jokowi terhadap PSI akan semakin berkurang. “Kalau PSI itu parpol besar, terus bilang mau rebut kandang banteng, itu lebih masuk akal,” ujarnya.
Dalam konteks ini, narasi ‘Jateng bakal jadi kandang gajah’ semakin memanas. PDIP berusaha mempertahankan posisinya di Jateng, yang selama ini dikenal sebagai basis kuat mereka. Sementara itu, PSI berambisi untuk meraih dukungan publik dengan mendeklarasikan Jateng sebagai ‘kandang gajah’.
Di tengah situasi politik yang dinamis ini, rencana safari politik Jokowi ke Jateng bisa menjadi titik balik bagi PSI dalam upayanya menarik perhatian publik. Namun, tantangan berat tetap ada, terutama dari PDIP yang sudah lama menguasai wilayah tersebut.
Dengan demikian, konflik ini mencerminkan pertarungan ideologi dan strategi politik di Jateng menjelang pemilu mendatang. Apakah PSI mampu merebut hati pemilih di Jateng atau justru PDIP dapat mempertahankan lumbung suaranya?
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet