Elektabilitas PDIP Nomor 2, Hasto: Kalau Tak Bawa Perubahan untuk Rakyat, Apa Makna Politik?
Elektabilitas PDIP Nomor 2, Hasto: Kalau Tak Bawa Perubahan untuk Rakyat, Apa Makna Politik?

Elektabilitas PDIP Nomor 2, Hasto: Kalau Tak Bawa Perubahan untuk Rakyat, Apa Makna Politik?

LintasWarganet.com – 11 Agustus 2026 | Kalau tak bawa perubahan untuk rakyat, apa makna politik? Pertanyaan ini diajukan oleh Ketua DPP PDI-P, Hasto Kristiyanto, dalam konteks elektabilitas partai politik di Indonesia. Menurut survei terbaru, Partai Gerindra dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto menempati posisi teratas dengan elektabilitas sebesar 23,4 persen. Namun, Andreas Hugo Pareira, Ketua DPP PDI-P, mengingatkan bahwa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 masih tiga tahun lagi dan survei yang ada hanya memotret temuan pada saat survei digelar.

“Survei kan potret hari ini, pilpres masih tiga tahun lagi,” ujar Andreas kepada Kompas.com. “Soal lanjut atau tidak, Pak Prabowo yang paling tahu. Saya tidak mampu meramal. Soal ramal meramal politik wilayahnya pengamat,” tambahnya.

Baca juga:

Elektabilitas Prabowo Subianto memang menunjukkan kekuatan, tetapi masih sangat awal. Menurut Dedi Kurnia Syah, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Prabowo masih memiliki elektabilitas yang signifikan meskipun tidak meninggalkan nama-nama lain. “Dalam simulasi terbuka, di mana responden bebas menjawab tanpa intervensi, nama Presiden Prabowo Subianto masih berada di posisi teratas, meskipun memang tidak signifikan meninggalkan nama-nama yang lain,” kata Dedi.

Tak hanya itu, Partai Gerindra juga mengalami kenaikan elektabilitas. Menurut survei IPO, Partai Gerindra meningkat menjadi elektabilitas sebesar 23,4 persen. Sementara itu, Partai PDI-P masih memimpin dengan elektabilitas sebesar 25,2 persen.

Baca juga:

Pilpres 2029 masih tiga tahun lagi, masih banyak hal yang dapat terjadi,” kata Andreas. “Kita tidak boleh terlalu terburu-buru dalam menilai elektabilitas. Kita harus melihat perkembangan politik di masa depan,” tambahnya.

Di tengah-tengah elektabilitas yang meningkat, Partai Gerindra harus menyiapkan diri untuk Pilpres 2029. Prabowo Subianto harus menunjukkan kemampuan dan kekuatan untuk memimpin negara. Sementara itu, Partai PDI-P harus menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan dari Partai Gerindra.

Baca juga:

Elektabilitas Prabowo Subianto memang menunjukkan kekuatan, tetapi masih sangat awal. Kita harus melihat perkembangan politik di masa depan dan tidak boleh terlalu terburu-buru dalam menilai elektabilitas.