LintasWarganet.com – 06 Juli 2026 | Prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang tewas dalam serangan udara, telah dimulai dengan dihadiri oleh 32 negara, namun Indonesia tidak termasuk dalam daftar tersebut. Hal ini menimbulkan berbagai pertanyaan di kalangan warganet mengenai posisi diplomatik Indonesia. Pemakaman Khamenei yang berlangsung di Teheran pada 6 Juli 2026 ini menjadi momen bersejarah bagi Iran, dengan ribuan pelayat memadati jalanan ibu kota untuk memberikan penghormatan terakhir.
Peti jenazah Khamenei, yang diarak dengan besar-besaran, menjadi simbol kemarahan publik terhadap Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kematian Khamenei. Dalam prosesi tersebut, para pelayat tak henti-hentinya meneriakkan seruan balas dendam, menggambarkan ketidakpuasan mereka terhadap tindakan militer yang mengakibatkan jatuhnya pemimpin mereka. Sebagai bagian dari prosesi, pemerintah Iran juga menutup ruang udara di Teheran untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung.
Menurut laporan, jenazah Khamenei akan dibawa ke Mashhad untuk dimakamkan di kompleks Makam Imam Reza pada 9 Juli. Rangkaian pemakaman ini diwarnai dengan berbagai penghormatan dari pemimpin negara dan delegasi internasional, termasuk dari Rusia, China, India, dan negara-negara Muslim lainnya. Namun, kehadiran Indonesia yang hanya diwakili oleh Duta Besar untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, memicu kritik keras di dalam negeri.
Warganet dan pengamat politik mempertanyakan keputusan Indonesia untuk tidak mengirim pejabat tinggi negara, yang dianggap tidak sebanding dengan respons negara-negara lain yang mengirimkan delegasi tingkat menteri. Beberapa negara seperti Arab Saudi, Turki, dan Pakistan bahkan mengirimkan kepala negara mereka untuk memberikan penghormatan terakhir. Keputusan Jakarta ini dilihat sebagai langkah yang kurang tegas dalam konteks politik luar negeri yang mengedepankan prinsip “bebas aktif”.
Selain itu, kehadiran pemimpin kelompok militan seperti Hamas dan Hizbullah di pemakaman Khamenei menunjukkan hubungan erat Iran dengan kelompok-kelompok yang dianggap sebagai poros perlawanan. Kehadiran mereka diiringi dengan pertemuan dengan pejabat tinggi Iran, menandakan dukungan kuat dari Tehran terhadap gerakan-gerakan tersebut dalam menghadapi tekanan dari negara-negara Barat.
Prosesi pemakaman Khamenei juga diwarnai dengan berbagai upacara penghormatan di kota-kota lain, termasuk di Qom dan Najaf, sebelum akhirnya jenazahnya dimakamkan di Mashhad. Rangkaian acara ini bukan hanya sekedar pemakaman, tetapi juga merupakan simbol persatuan dan dukungan terhadap Republik Islam Iran, terutama di tengah ketegangan yang meningkat akibat serangan militer yang menewaskan Khamenei.
Di tengah situasi yang berlangsung, banyak yang berharap agar Indonesia dapat mengambil langkah lebih tegas dalam menjalin hubungan diplomatik dengan Iran. Dengan begitu, Indonesia dapat lebih berperan dalam komunitas internasional terutama di kalangan negara-negara Muslim. Daftar 32 negara hadiri pemakaman Ayatollah Ali Khamenei dirilis Iran, Indonesia tak masuk, warganet bertanya-tanya, mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh diplomasi Indonesia di masa depan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet