LintasWarganet.com – 02 Juli 2026 | Kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim kembali mencuri perhatian publik. Dalam sebuah pernyataan yang tegas, pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menyoroti bahwa ‘nasi sudah jadi bubur’ terkait keputusan yang telah diambil oleh pengadilan. Nadiem dijatuhi hukuman 10 tahun penjara atas kasus pengadaan Chromebook yang diduga merugikan negara. Hotman, yang sebelumnya menjadi kuasa hukum Nadiem, mengungkapkan bahwa ada sejumlah aspek yang perlu dicermati dalam perkara ini.
Hotman menegaskan pentingnya fokus pada substansi hukum, bukan opini publik. Ia menyatakan, “Sekali lagi saya ingatkan tidak ada gunanya nangis, tidak ada gunanya melibatkan massa, tidak ada gunanya melibatkan ribuan profesor, fokus ke masalah hukumnya. Masalah hukumnya hanya satu, apakah harga Chromebook itu wajar atau tidak.” Dalam pandangannya, keputusan pengadilan yang menilai harga pengadaan Chromebook sebagai tidak wajar seharusnya merujuk pada audit BPKP dari tahun 2020 hingga 2022 yang menyebutkan bahwa harga tersebut wajar.
Hotman juga mengungkapkan potensi keuntungan yang diperoleh Google dari proyek Chromebook ini, yang menjadi salah satu sorotan utama dalam kasus tersebut. Ia mengklaim bahwa ada kegagalan dari kuasa hukum Nadiem dalam mempertahankan argumentasi yang kuat di pengadilan, yang berakibat pada vonis yang dijatuhkan.
Dalam konteks ini, Hotman Paris juga menyentil strategi untuk menemui Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan dan Ketua Umum Partai Gerindra, dalam upaya untuk mencegah audit baru dari BPKP. Ia menekankan pentingnya langkah strategis yang harus diambil untuk melindungi kepentingan Nadiem di tengah situasi yang semakin rumit.
“Ternyata 4 hakim menyatakan harganya tidak wajar, padahal sudah saya ingatkan tim audit BPKP. Harusnya audit BPKP 2020 sampai 2022 itu yang dipakai, yang di-gas di persidangan,” ungkap Hotman. Pernyataan ini menunjukkan keyakinan Hotman bahwa ada aspek hukum yang belum terungkap secara maksimal dalam persidangan.
Hotman menekankan bahwa kehadiran dirinya dalam kasus ini bukan hanya karena hubungan baik dengan Nadiem dan keluarganya, tetapi juga karena kepedulian terhadap keadilan dalam sistem hukum. Ia ingin memastikan bahwa setiap proses hukum berjalan sesuai dengan fakta dan bukti yang ada, tanpa terpengaruh oleh opini publik yang sering kali membawa dampak negatif.
Masyarakat kini menunggu langkah selanjutnya dari tim hukum Nadiem Makarim, terutama setelah pengadilan mengambil keputusan yang kontroversial ini. Hotman Paris berharap bahwa semua pihak dapat kembali fokus pada substansi hukum dan tidak terjebak dalam arus opini yang dapat mempengaruhi proses hukum yang sedang berlangsung.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet