Magrib Surabaya: Antara Kejadian Pencurian Motor di Musala Kenjeran dan Jadwal Sholat yang Tepat Waktu
Magrib Surabaya: Antara Kejadian Pencurian Motor di Musala Kenjeran dan Jadwal Sholat yang Tepat Waktu

Magrib Surabaya: Antara Kejadian Pencurian Motor di Musala Kenjeran dan Jadwal Sholat yang Tepat Waktu

LintasWarganet.com – 22 Mei 2026 | Surabaya pada sore hari Jumat, 22 Mei 2026, menjadi saksi dua peristiwa yang sangat kontras namun sama-sama menyentuh keseharian warga. Di satu sisi, sebuah musala di Jalan Kenjeran VI menjadi lokasi pencurian sepeda motor saat jamaah berkumpul untuk melaksanakan sholat Magrib. Di sisi lain, jutaan muslim di kota ini memanfaatkan jadwal sholat yang akurat untuk menunaikan ibadah tepat waktu.

Kejadian Pencurian Motor di Musala Kenjeran

Pada Senin, 27 April 2026, seorang pemuda berinisial SA, berusia 21 tahun, datang ke Musala Kenjeran dengan niat mengikuti sholat Magrib berjamaah. Saat sedang menunggu giliran wudhu, SA memperhatikan sebuah Honda Scoopy berwarna merah yang diparkir dekat area wudhu. Kendaraan tersebut milik NRS, seorang warga setempat, dan kunci motor ternyata tertinggal di tempat wudhu.

SA memanfaatkan kesempatan itu, mengambil kunci yang tergeletak, dan kemudian menggerakkan motor keluar dari gang musala. Rekaman CCTV yang dipasang di sekitar musala menangkap aksi pelaku dengan tenang mengendarai motor hingga menghilang dari lokasi.

Korban menyadari kehilangan motor setelah selesai sholat dan segera melaporkan kejadian ke Polsek Simokerto. Penyidikan cepat dilakukan dan pada hari Kamis, 21 Juni 2026, pelaku berhasil ditangkap di Jalan Kusuma Bangsa. Dalam proses interogasi, SA mengaku menjual motor curian seharga Rp 500.000 kepada pembeli di kawasan Gembong, kemudian menggunakan uang tersebut untuk membeli handphone baru.

Polrestabes Surabaya menegaskan bahwa tindakan pencurian di tempat ibadah sangat melanggar nilai moral dan hukum. Kasus ini menjadi peringatan bagi seluruh komunitas untuk meningkatkan pengawasan dan keamanan di area-area keagamaan, terutama pada waktu-waktu sholat berjamaah yang biasanya ramai.

Jadwal Sholat Magrib Surabaya 22 Mei 2026

Di tengah insiden kriminal tersebut, jamaah Muslim di Surabaya tetap melaksanakan sholat Magrib sesuai jadwal resmi yang dikeluarkan oleh Bimas Islam Kementerian Agama RI. Jadwal sholat untuk hari Jumat, 22 Mei 2026, mencakup waktu-waktu berikut:

Waktu Jam (WIB)
Imsak 04:04
Subuh 04:14
Zuhur 11:29
Asar 14:50
Magrib 17:22
Isya 18:34

Waktu Magrib di Surabaya pada hari itu tiba pada pukul 17:22 WIB, menandai berakhirnya puasa harian bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa. Bagi jamaah yang berada di sekitar Musala Kenjeran, momen Magrib menjadi titik penting tidak hanya untuk berdoa, tetapi juga untuk merenungkan nilai-nilai kejujuran dan kepedulian sosial.

Selain itu, niat sholat Magrib secara tradisional dibaca dalam hati sebelum memulai gerakan ibadah. Bacaan niat yang umum terdengar di antara jamaah Surabaya berbunyi: “أصلي فرض المغرب ثلاث ركعات مستقبل القبلة أداءً لله تعالى” yang berarti “Aku berniat sholat fardu Magrib tiga rakaat menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta’ala.”

Respons Masyarakat dan Upaya Pencegahan

Kasus pencurian di musala menimbulkan keprihatinan di kalangan tokoh agama dan aktivis keamanan. Beberapa masjid dan musala di Surabaya mulai memasang sistem pengawasan yang lebih ketat, termasuk penambahan CCTV di area wudhu dan parkir serta peningkatan patroli keamanan pada jam-jam sholat berjamaah.

Warga juga didorong untuk saling mengawasi satu sama lain, terutama saat sholat Magrib yang biasanya diikuti oleh banyak jamaah. Kesadaran kolektif ini diharapkan dapat mengurangi peluang terjadinya kejahatan serupa di masa mendatang.

Secara keseluruhan, kejadian di Musala Kenjeran mengingatkan bahwa tempat ibadah bukanlah zona aman dari tindakan kriminal, sementara jadwal sholat yang terstruktur membantu umat Islam menjaga disiplin ibadah. Kedua hal ini menegaskan pentingnya sinergi antara keamanan fisik dan spiritual dalam menciptakan lingkungan yang harmonis.

Dengan penegakan hukum yang tegas dan kesadaran masyarakat yang meningkat, diharapkan Surabaya dapat terus menjadi kota yang aman bagi para jamaah, sekaligus menjaga keutuhan nilai-nilai keagamaan yang menjadi pondasi kehidupan sehari-hari.