AS Pelajari Strategi Rahasia Rusia Usai Radar Pertahanan Udara Banyak Hancur Dihajar Iran, Ukraina Sambut dengan Serangan Rudal

LintasWarganet.com – 14 Agustus 2026 | Amerika Serikat (AS) mulai mengubah pendekatan dalam pengembangan pertahanan udara setelah pengalaman konflik dengan Iran menunjukkan rentannya radar dan sensor bernilai tinggi terhadap serangan. Salah satu fokusnya adalah mengembangkan radar generasi baru yang lebih mobile dan dapat beroperasi secara terpisah dari peluncur rudal. Perubahan tersebut mencerminkan pergeseran menuju jaringan sensor yang lebih tersebar dan sulit dilumpuhkan sekaligus memiliki kemiripan dengan konsep yang telah lama diterapkan Rusia pada sistem pertahanan udara S-300 dan S-400.

Pada fase awal konflik, radar pertahanan udara dan pertahanan rudal AS serta sekutunya dilaporkan menjadi sasaran serangan. Kehilangan sejumlah sensor penting berdampak pada kemampuan pasukan dalam mempertahankan kesadaran situasional terhadap wilayah udara, sekaligus membuka ruang bagi rudal balistik dan drone Iran untuk memberikan tekanan.

Baca juga:

AS Pelajari Strategi Rahasia Rusia Usai Radar Pertahanan Udara Banyak Hancur Dihajar Iran. Sistem pertahanan Rusia yang memisahkan antara radar dan peluncur kini dipelajari Amerika Serikat setelah negara tersebut mengalami banyak kerusakan sistem pertahanan udara karena terkena serangan Iran. AS Pelajari Strategi Rahasia Rusia Usai Radar Pertahanan Udara Banyak Hancur Dihajar Iran. Konflik dengan Iran telah menunjukkan kelemahan radar dan sensor AS, sehingga Amerika Serikat mulai mengembangkan radar generasi baru yang lebih mobile dan dapat beroperasi secara terpisah dari peluncur rudal.

Rusia Hantam Kyiv dan Zaporizhzhia dengan Rudal Balistik, Korban Berjatuhan. IBU kota Ukraina, Kyiv, dan wilayah Zaporizhzhia kembali menjadi sasaran serangan rudal balistik Rusia pada Selasa dini hari waktu setempat. Rentetan ledakan keras mengguncang sejumlah titik dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa serta luka-luka. Di Kyiv, sejumlah ledakan terdengar tak lama setelah sirine tanda bahaya udara meraung menjelang tengah malam. Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengonfirmasi kota tersebut berada di bawah serangan rudal balistik. Petugas layanan darurat segera dikerahkan ke Distrik Shevchenkivsky, di mana otoritas kota melaporkan sedikitnya satu orang terluka. Sementara itu di wilayah tenggara, Kepala Administrasi Militer Regional Zaporizhzhia, Ivan Fedorov, melaporkan serangan rudal Rusia menghantam kawasan industri dan infrastruktur publik. Serangan tersebut mengakibatkan setidaknya sembilan orang luka-luka serta merusak kompleks garasi dan bangunan tempat tinggal warga.

Baca juga:

Ukraina Segera Miliki Rudal Jarak Jauh Dipersenjatai Bom Cluster AS. Ukraina juga terus meningkatkan serangan balasan terhadap kota-kota di dalam wilayah Rusia yang jauh dari garis perbatasan. Ukraina telah menunjukkan kemampuan untuk menyerang kota-kota di dalam wilayah Rusia dengan menggunakan rudal balistik. Namun, perlu diingat bahwa Ukraina masih dalam proses mengembangkan kemampuan pertahanan udaranya.

Kesimpulan

Baca juga: