LintasWarganet.com – 09 Agustus 2026 | Ditemukan Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim Gizi Dijual Sampai Rp 42 Ribu per Kg. Beras fortifikasi gizi adalah salah satu jenis beras yang telah diolah dengan tambahan unsur gizi seperti besi, zinc, dan beta-karoten untuk meningkatkan nilai gizi.
Melansir Jawapos, beberapa hari yang lalu, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menemukan bahwa beberapa merek beras fortifikasi gizi tidak sesuai dengan klaim yang telah dipasarkan. Bahkan, ada beberapa merek yang dijual hingga Rp 42 ribu per kilogram.
BPOM melakukan tes kualitas beras fortifikasi gizi dari beberapa merek yang telah dipasarkan di pasar. Hasilnya, beberapa merek beras fortifikasi gizi tidak memiliki kandungan gizi yang sesuai dengan klaim yang telah dipasarkan.
Dalam laporan yang dirilis, BPOM menyatakan bahwa beberapa merek beras fortifikasi gizi tidak memiliki kandungan besi yang cukup untuk meningkatkan nilai gizi. Bahkan, ada beberapa merek yang tidak memiliki kandungan besi sama sekali.
BPOM juga menemukan bahwa beberapa merek beras fortifikasi gizi tidak memiliki kandungan zinc yang cukup untuk meningkatkan nilai gizi. Bahkan, ada beberapa merek yang tidak memiliki kandungan zinc sama sekali.
BPOM juga menemukan bahwa beberapa merek beras fortifikasi gizi tidak memiliki kandungan beta-karoten yang cukup untuk meningkatkan nilai gizi. Bahkan, ada beberapa merek yang tidak memiliki kandungan beta-karoten sama sekali.
Dalam laporan yang dirilis, BPOM juga menyatakan bahwa beberapa merek beras fortifikasi gizi tidak memiliki label yang jelas mengenai kandungan gizi yang ada di dalamnya. Bahkan, ada beberapa merek yang tidak memiliki label sama sekali.
BPOM juga menemukan bahwa beberapa merek beras fortifikasi gizi dipasarkan dengan harga yang sangat tinggi, yaitu hingga Rp 42 ribu per kilogram. Hal ini sangat tidak adil bagi konsumen yang ingin membeli beras gizi yang sesuai dengan klaim yang telah dipasarkan.
Dalam laporan yang dirilis, BPOM menyatakan bahwa beberapa merek beras fortifikasi gizi tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh BPOM. Bahkan, ada beberapa merek yang tidak memiliki izin untuk dipasarkan di pasar.
BPOM juga menemukan bahwa beberapa merek beras fortifikasi gizi tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk memproduksi beras gizi yang sesuai dengan klaim yang telah dipasarkan. Bahkan, ada beberapa merek yang tidak memiliki sumber daya sama sekali.
Dalam laporan yang dirilis, BPOM menyatakan bahwa beberapa merek beras fortifikasi gizi tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh BPOM. Bahkan, ada beberapa merek yang tidak memiliki izin untuk dipasarkan di pasar.
BPOM juga menemukan bahwa beberapa merek beras fortifikasi gizi tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk memproduksi beras gizi yang sesuai dengan klaim yang telah dipasarkan. Bahkan, ada beberapa merek yang tidak memiliki sumber daya sama sekali.
BPOM juga menyatakan bahwa beberapa merek beras fortifikasi gizi harus melakukan pembaruan label dan harga yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh BPOM. Bahkan, ada beberapa merek yang harus melakukan pembaruan label dan harga sama sekali.
BPOM juga menemukan bahwa beberapa merek beras fortifikasi gizi harus melakukan pembaruan sumber daya yang cukup untuk memproduksi beras gizi yang sesuai dengan klaim yang telah dipasarkan. Bahkan, ada beberapa merek yang harus melakukan pembaruan sumber daya sama sekali.
Dalam laporan yang dirilis, BPOM menyatakan bahwa beberapa merek beras fortifikasi gizi harus melakukan pembaruan yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh BPOM. Bahkan, ada beberapa merek yang harus melakukan pembaruan sama sekali.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet