Remaja dan Botox Filler: Apakah Benar-Benar Aman?
Remaja dan Botox Filler: Apakah Benar-Benar Aman?

Remaja dan Botox Filler: Apakah Benar-Benar Aman?

LintasWarganet.com – 08 Agustus 2026 | Perawatan estetika seperti botox, filler, hingga tanam benang kini semakin populer di kalangan anak muda. Namun, apakah remaja yang masih berusia di bawah 18 tahun boleh melakukan prosedur ini?

Botox adalah jenis perawatan estetika yang populer digunakan untuk menghilangkan kerutan dan garis-garis halus di wajah. Namun, botox tidak hanya dapat menghilangkan kerutan, tetapi juga dapat menimbulkan efek sampingan seperti kelelahan otot, kelemahan otot, dan bahkan dapat menyebabkan kerusakan pada otot.

Baca juga:

Filler adalah jenis perawatan estetika yang digunakan untuk mengisi bagian wajah yang kurang padat. Namun, filler dapat menimbulkan efek sampingan seperti peradangan, pembengkakan, dan bahkan dapat menyebabkan infeksi.

Tanam benang adalah jenis perawatan estetika yang digunakan untuk menghilangkan kerutan dan garis-garis halus di wajah. Namun, tanam benang dapat menimbulkan efek sampingan seperti peradangan, pembengkakan, dan bahkan dapat menyebabkan infeksi.

Baca juga:

Jika Anda ingin melakukan perawatan estetika, sebaiknya Anda menunggu sampai Anda berusia di atas 18 tahun. Dengan demikian, Anda dapat mengetahui apakah perawatan estetika yang Anda inginkan aman untuk Anda lakukan.

Di sisi lain, jika Anda telah melakukan perawatan estetika dan mengalami efek sampingan, sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter untuk mendapatkan pertolongan yang tepat.

Baca juga:

Terakhir, perlu diingat bahwa perawatan estetika tidak hanya dapat berdampak negatif pada kesehatan, tetapi juga dapat berdampak negatif pada mental Anda. Oleh karena itu, sebaiknya Anda tidak melakukan perawatan estetika jika Anda tidak yakin dengan hasilnya.

Jadi, apakah remaja boleh melakukan botox filler atau tanam benang? Jawabannya adalah tidak. Remaja yang masih berusia di bawah 18 tahun sebaiknya tidak melakukan perawatan estetika seperti botox, filler, atau tanam benang. Alasannya adalah karena tubuh remaja masih dalam proses perkembangan, dan perawatan estetika dapat berdampak negatif pada kesehatan mereka.