Mark Zuckerberg ditekan regulasi AS, Meta didenda Rp10,16 triliun atas dampak media sosial pada anak
Mark Zuckerberg ditekan regulasi AS, Meta didenda Rp10,16 triliun atas dampak media sosial pada anak

Mark Zuckerberg ditekan regulasi AS, Meta didenda Rp10,16 triliun atas dampak media sosial pada anak

LintasWarganet.com – 08 Agustus 2026 | Mark Zuckerberg, salah satu orang terkaya di dunia dan pendiri Meta, raksasa media sosial, baru-baru ini mengatakan bahwa AI tidak akan menggantikan manusia. Namun, ini tidak sepenuhnya benar, karena Meta sendiri telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap 8.000 karyawan, atau sekitar 10 persen dari total pegawai, di bulan Mei lalu. Di saat bersamaan, Meta juga berencana untuk membangun infrastruktur AI mereka dengan menggelontorkan lebih dari 100 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.764 triliun) untuk investasi AI.

Ironi ini terjadi ketika Meta didenda Rp10,16 triliun atas kasus keamanan anak di media sosial. Seorang hakim AS di New Mexico memerintahkan Meta untuk membayar tambahan $567 juta (Rp10,17 triliun) karena gagal memperingatkan publik tentang bahaya yang ditimbulkan platformnya terhadap anak-anak. Total denda menjadi $942 juta (Rp16,89 triliun). Hakim Bryan Biedscheid mengatakan raksasa media sosial itu adalah “gangguan publik” yang mirip dengan polusi udara dan perusahaan tersebut harus menyetorkan uang itu ke dalam dana yang bertujuan untuk mengurangi dampak buruk di masa depan.

Baca juga:

Meta mengatakan bahwa mereka bekerja keras untuk menjaga keamanan orang-orang di platform mereka dan telah bersikap transparan tentang tantangan dalam mengidentifikasi dan menghapus pelaku kejahatan dan konten berbahaya. Mereka juga mengatakan bahwa mereka akan mengajukan banding atas putusan tersebut.

Baca juga:

Mark Zuckerberg sebelumnya telah mengatakan bahwa AI tidak akan menggantikan manusia, tetapi ini tidak sepenuhnya benar. Jenis pekerjaan yang ia sebutkan bukanlah posisi yang dipangkas Meta di perusahaannya. Pernyataan Zuckerberg mungkin tidak sepenuhnya keliru, karena segala upaya yang berkaitan dengan AI pada akhirnya akan menciptakan lapangan pekerjaan karena adanya berbagai infrastruktur yang perlu dibangun.

Baca juga: