LintasWarganet.com – 28 Juli 2026 | Internet telah menjadi jalur perekrutan teroris yang sangat efektif, menurut Menkopolkam Djamari Chaniago. Pada saat ini, BNPT mulai menjalankan RAN PE Fase II 2026–2029 untuk menghadapi ancaman terorisme yang semakin kompleks. Dalam upaya untuk mencegah terjadinya aksi terorisme, Djamari Chaniago mengingatkan bahwa internet sangat mudah dimanfaatkan oleh jaringan terorisme untuk merekrut anak, perempuan, dan generasi muda. Mereka menggunakan berbagai cara untuk menarik perhatian dan mempengaruhi mereka untuk bergabung dengan kelompok terorisme. Anak-anak dan perempuan merupakan kelompok paling rentan karena mereka masih dalam tahap perkembangan dan mudah dipengaruhi oleh pengaruh luar. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami bagaimana internet digunakan sebagai jalur perekrutan teroris dan bagaimana kita dapat mencegahnya.
BNPT telah mengembangkan berbagai strategi untuk menghadapi ancaman terorisme, termasuk pengembangan sistem intelijen yang lebih baik untuk mendeteksi dan mencegah aksi terorisme. Mereka juga bekerja sama dengan lembaga-lembaga lain untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang ancaman terorisme. Namun, masih banyak yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya aksi terorisme.
Dalam upaya untuk mencegah terjadinya aksi terorisme, kita harus memahami bagaimana internet digunakan sebagai jalur perekrutan teroris. Kita harus meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang ancaman terorisme dan bagaimana kita dapat mencegahnya. Kita juga harus bekerja sama dengan lembaga-lembaga lain untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang ancaman terorisme.
Internet Jadi Jalur Perekrutan Teroris Djamari Cuaniago Sebut Anak dan Perempuan Masuk Kelompok Paling Rentan. BNPT mulai menjalankan RAN PE Fase II 2026–2029. Menkopolkam Djamari Chaniago mengingatkan internet dimanfaatkan jaringan terorisme untuk merekrut anak, perempuan, dan generasi muda.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet