Diserang Ukraina, e-commerce Rusia hapus penjualan peralatan perang untuk Menghindari Sanksi Internasional
Diserang Ukraina, e-commerce Rusia hapus penjualan peralatan perang untuk Menghindari Sanksi Internasional

Diserang Ukraina, e-commerce Rusia hapus penjualan peralatan perang untuk Menghindari Sanksi Internasional

LintasWarganet.com – 28 Juli 2026 | Diserang Ukraina, e-commerce Rusia hapus penjualan peralatan perang demi menghindari sanksi internasional. Wildberries, platform e-commerce terbesar di Rusia, menghapus bagian Operasi Militer Khusus dalam platformnya setelah serangan drone Ukraina menargetkan gudang mereka. Lebih dari 200 ribu produk militer telah ditemukan di Wildberries, termasuk rompi antipeluru dan helm tentara.

Menurut analisis The Moscow Times, Wildberries masih menjual peralatan tempur melalui kategori Sport. Selain itu, platform tersebut juga menawarkan barang kegunaan ganda yang dapat digunakan dalam perang, seperti rompi antipeluru dan fiber optik untuk drone.

Baca juga:

Setelah serangan drone Ukraina, Wildberries mengumumkan penangguhan operasional pusat logistik dengan alasan keamanan. Mereka juga membekukan pelunasan pinjaman untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk membantu mereka yang terdampak serangan Ukraina.

Baca juga:

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah memecat panglima militer Oleksandr Syrsky setelah polemik pencopotan Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov. Fedorov dikenal sebagai arsitek suksesnya serangan drone jarak jauh ke wilayah Rusia.

Baca juga:

Wildberries telah menghapus bagian Operasi Militer Khusus dalam platformnya, tetapi masih ada kekhawatiran bahwa mereka masih menjual peralatan perang melalui kategori lain. Pemerintah Rusia harus mengambil tindakan untuk menghindari sanksi internasional dan memastikan bahwa perusahaan e-commerce mereka tidak terkait dengan kegiatan perang.