LintasWarganet.com – 19 Juli 2026 | Pada Minggu (19/7), Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara ke Iran untuk malam kedelapan berturut-turut. Penampakan Hari Ke-8 Serangan Baru Bertubi-tubi AS ke Iran telah menjadi perhatian internasional. Serangan ini dilakukan setelah Iran dilaporkan melanggar perjanjian nuklir yang ditandatangani pada tahun 2015. AS telah melakukan serangan udara ke Iran sebelumnya, namun ke-8 kali ini menjadi yang paling intensif. Serangan ini juga dilakukan sebagai tanggapan atas serangan Iran ke kapal tanker milik AS di Teluk Persia.
Penampakan Hari Ke-8 Serangan Baru Bertubi-tubi AS ke Iran telah menyebabkan banyak korban di Iran. Serangan ini juga telah menyebabkan kerusakan pada beberapa fasilitas militer Iran. AS telah mengklaim bahwa serangan ini dilakukan untuk melindungi kepentingan nasionalnya di region Timur Tengah.
Perdana Menteri Iran, Muhammad Raisi, telah mengecam serangan AS dan menyebutnya sebagai ‘aksi kekerasan’. Raisi juga telah mengatakan bahwa Iran akan terus melawan serangan AS dan akan melindungi kepentingan nasionalnya.
Penampakan Hari Ke-8 Serangan Baru Bertubi-tubi AS ke Iran telah menjadi perhatian internasional. Negara-negara lain di region Timur Tengah telah mengeluarkan pernyataan untuk mendukung Iran dan mengecam serangan AS.
AS telah melakukan serangan udara ke Iran sebelumnya, namun ke-8 kali ini menjadi yang paling intensif. Serangan ini juga telah menyebabkan banyak konflik di region Timur Tengah.
Penampakan Hari Ke-8 Serangan Baru Bertubi-tubi AS ke Iran telah menjadi perhatian internasional dan akan terus menjadi topik perdebatan di masa depan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet