Saat Rakyat Indonesia Pesimistis, Investor Tiongkok Justru Rogoh Rp 1,27 Triliun Bangun Apartemen di IKN Nusantara
Saat Rakyat Indonesia Pesimistis, Investor Tiongkok Justru Rogoh Rp 1,27 Triliun Bangun Apartemen di IKN Nusantara

Saat Rakyat Indonesia Pesimistis, Investor Tiongkok Justru Rogoh Rp 1,27 Triliun Bangun Apartemen di IKN Nusantara

LintasWarganet.com – 17 Juli 2026 | Saat rakyat Indonesia pesimistis, investor Tiongkok justru rogoh Rp 1,27 triliun bangun apartemen di Ibu Kota Nusantara (IKN) Nusantara. Penanam modal asal Tiongkok memperkuat sektor hunian IKN di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, dengan membangun apartemen senilai Rp 1,27 triliun di kawasan inti ibu kota baru Indonesia itu.

Investor asing membangun hunian di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP), kata Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono. Pembangunan sektor hunian tersebut dilakukan PT Star Bright International Investment, perusahaan yang berafiliasi dengan Zhongda Jiancheng Engineering Management Group Co Ltd dari Tiongkok.

Baca juga:

Diharapkan proyek itu memicu masuknya investasi lain. Pembangunan hunian oleh investor asing menjadi bagian dari percepatan pembentukan ekosistem permukiman dan aktivitas ekonomi di kawasan inti IKN. Kawasan dengan investasi sekitar Rp 1,27 triliun itu akan mendukung operasional pemerintahan dan kegiatan ekonomi.

Proyek pembangunan hunian berada di Wilayah Perencanaan 1B KIPP dengan luar lahan sekitar 15.501 meter persegi, yang dirancang sebagai kawasan apartemen terintegrasi dengan fasilitas restoran, ritel, pusat kebugaran, dan area komersial. Pembangunan hunian tersebut pada tahap awal mencakup dua menara apartemen ditargetkan rampung akhir 2026, kemudian dilanjutkan pembangunan dua menara berikutnya dengan target diselesaikan pada 2028.

Baca juga:

Total empat menara dengan sekitar 680 unit, prospek di IKN cukup besar dan juga tertarik berinvestasi perhotelan dan pariwisata, kata Presiden Direktur PT Starbright International Investment Lu Keming.

Pembangunan dimulai setelah proses pembersihan dan penyiapan pematangan lahan yang rampung pada awal Juli 2026 lalu, dari apartemen tersebut akan terlihat hamparan perbukitan, Istana Garuda, dan kawasan yudikatif dan legislatif yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.

Baca juga:

Saat rakyat Indonesia pesimistis, investor Tiongkok justru rogoh Rp 1,27 triliun bangun apartemen di Ibu Kota Nusantara (IKN) Nusantara. Hal ini menunjukkan bahwa investor asing masih percaya pada potensi ekonomi Indonesia. Meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami penurunan, investasi asing terus meningkat.

Keputusan investor Tiongkok untuk membangun apartemen di IKN merupakan bukti bahwa mereka percaya pada kemajuan ekonomi Indonesia. Proyek ini juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang potensi investasi di IKN.